Tracer Study atau studi pelacakan jejak alumni makin disadari urgensinya seiring dengan meningkatnya dinamika hubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Tracer Study juga merupakan komponen penting dalam sistem akreditasi dan pemeringkatan perguruan tinggi.

Tujuan dan kaitan dengan rencana program kerja:

  1. Bagi perguruan tinggi, hasil yang diperoleh melalui Tracer Study sangat berguna dalam meninjau relevansi perguruan tinggi yang bersangkutan di masyarakat sekaligus berperan sebagai salah satu bentuk akuntabilitas terhadap para pemangku kepentingan.
  2. Perguruan tinggi juga dapat beroleh manfaat berupa umpan balik dari lulusan mengenal sistem penyelenggaraan pendidikan yang telah dilaksanakan sehingga perguruan tinggi dapat memperbaiki dan mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja.
  3. Ditinjau dari segi kepentingan pembangunan bangsa, Tracer Study dapat menginformasikan situasi transisional dari dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja. Upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk mengatasi masalah “pengangguran terdidik” perlu didasari oleh informasi mengenai dinamika pasar kerja yang akurat dan sahih. Demikian juga Tracer Study dapat berkontribusi dalam upaya penyusunan strategi pendidikan tinggi yang lebih luas terkait dengan kesesuaian dan keselarasan stratifikasi dan baku kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, harapan pada perguruan tinggi sebagai perintis, inovator, dan pemelihara nilai-nilai peradaban dan kemanusiaan dapat makin dukukuhkan dan dilestarikan.
  4. Dalam sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia, Tracer Study telah dimasukkan sebagai salah satu indikator penilaian. Oleh karena itu hampir semua penyelenggara pendidikan tinggi baik di tinggat universitas maupun program studi berupaya untuk melakukan Tracer Study.

Langkah-langkah kerja:

  1. Fase Persiapan Lapangan akan dilaksanakan pada minggu kedua dan minggu ketiga bukan September 2017. Pada fase ini akan dilakukan pembuatan draft kuisioner Tracer Study dilanjutkan dengan lokakarya dengan mengundang seluruh fakultas dan program studi pengelola program S1 dan D3. Setelah kuisioner disepakati maka kuisioner diujicoba dan selanjutnya diubah dalam bentuk kuisioner online dengan bantuan BPPJM dan DWA.
  2. Fase Lapangan dilaksanakan selama 6 minggu. Dimulai pada minggu ketiga bulan September sampai dengan  minggu pertama bulan November 2017. Pada fase ini dilakukan pengumpulan data yang diawali dengan mengirimkan email dan SMS blast kepada seluruh lulusan UKM pada tahun 2013. Kemudian pengisian kuisioner akan dimonitor setiap hari. Lulusan yang belum mengisi kuisioner akan dihubungi melalui telepon dan ditanyakan mengapa mereka belum mengisi. Berdasarkan jawaban respinden diambil tindakan yaitu pengiriman email kembali, memohon mereka untuk menyediakan waktu untuk mengisi kuesioner online, jadi tidak ada pengiriman surat ataupun wawancara melalui telepon.
  3. Fase Cleaning dan Analisis Data dilakukan selama 2 minggu yaitu pada minggu kedua dan ketiga bulan November 2017. Pada fase ini kuesioner diperiksa kelengkapannya dan dibersihkan. Setelah proses selesai baru dilakukan proses selanjutnya yaitu analisis data.
  4. Fase Pembuatan Laporan Tracer Study dimulai sejak minggu keempat bulan November 2017.