BERITA

Berita Terkini

Maranatha Career Development Center , 05 June 2020

Untuk para FRESH GRADUATE, mari ikutan acara Webinar untuk belajar TENTANG INTERVIEW! Ini kesempatan bagus bagi kalian semua untuk mendapatkan tips-tips untuk wawancara kerja. Ayo siapkan diri kalian!

Ayo daftar disini: leimena.org/askexpert

Silakan gabung di Zoom Webinar Ask The Expert “Interview”:
Jumat, 5 Juni 2020 pukul 18.30-20.00 WIB

Nara sumber: Adi Hariyono dan Fini Lynia Arifin (Human Resources consultants)

Acara ini akan dipandu oleh Andry Lie (Business Fellow Institut Leimena).

Berita Lainnya

BULAN
Pameran Ekspresi Konsep Hibriditas dan Multikulturalisme, Paksi Naga Liman
Maranatha Career Development Center ,26 June 2018

Pameran mengenai Paksi Naga Liman hasil karya aplikasi disertasi dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha, Ismet Zainal Effendi, dipamerkan pada program Doktoralnya. Sejumlah 15 karya meliputi drawing, seni lukis, object art, patung, digital prints, dan kolase dipamerkan menggunakan media campuran (mixed media), dan kebanyakan dikerjakan secara manual. Pameran ini bertitik tolak pada penelitian tentang imaji mitologi Paksi Naga Liman, di Keraton Kanoman, Cirebon. Judul pamerannya adalah “Ekspresi Konsep-konsep Hibriditas dan Multikulturalisme Paksi Naga Liman”. Konsep pameran ini berlatar belakang mitologi nusantara. Masyarakat Nusantara merupakan masyarakat dengan latar belakang kerajaan, sehingga seluruh aturan-aturan, norma-norma serta nilai-nilai yang diajarkan oleh civitas kerjaan secara sporadis, komporehensif dan turun-temurun. Salah satu bentuk penyebaran ajaran-ajaran suci tersebut, yakni dengan melalui pendekatan mitologi. Mitos disampaikan melalui media-media kesenian, baik seni tari, musik, sastra, atau rupa. Salah satu bentuk mitos yang diterapkan pada artefak seni rupa tradisi nusantara adalah Paksi Naga Liman, yakni sebuah artefak kereta kencana yang terdapat di Keraton Kanoman, Cirebon, Jawa Barat. Paksi Naga Liman secara historic diacronic merupakan simbol akulturasi dalam Kerajaan Cirebon, yaitu: Paksi, merupakan pengaruh kebudayaan Islam yang dibawa oleh orang Mesir. Naga, merupakan pengaruh dari Tiongkok, dan Liman berasal dari kebudayaan Hindu. Aksi Naga Liman, secara sinkronik juga merupakan sosok mitos yang memberikan nilai-nilai atau makna simbolik dan filosofis akan pentingnya wilayah kehidupan dalam “tiga dunia”; Dunia Atas (Paksi), yakni wilayah spiritual dan transenden; Dunia Bawah (Naga), yakni wilayah imajinatif dan bawah sadar; Dunia Tengah (Liman), yakni wilayah dunia nyata, materi atau imanen. Maka Paksi Naga Liman merupakan karakter yang harus dimiliki oleh manusia seutuhnya, terutama seorang sultan dan civias Keraton Kanoman, Cirebon seluruhnya. Nilai-nilai simbolik dan filosofis yang ada pada sosok imajinatif Paksi Naga Liman, dielaborasi dengan metode penelitian kualitatif sehingga hasilnya bisa dijadikan pedoman dalam menciptakan karya seni, konsep-konsep hibriditas dan multikulturalisme dari Paksi Naga Liman diekspresikan dalam karya seni rupa kontemporer sehingga menjadi nilai-nilai estetik tanpa mengubah nilai-nilai simbolik dan filosofis sebelumnya dan dikaitkan dengan kondisi sosial saat ini, sebagai media ekspresi dan bentuk keberpihakan akan kearifan lokal. Pameran tunggal karya Ismet Zainal Effendi ini dibuka sejak 5 Juni hingga 10 Juli 2018 bertempat di Gedung Workshop Fakultas Seni Rupa dan Desain lantai 1, setiap hari Senin hingga Jumat pukul 10.00-15.00. Jangan ketinggalan juga sesi diskusi yang akan diadakan pada Selasa, 10 Juli 2018. (Ismet/vir)

Honolulu, Pertemuan Delegasi Sema Fakultas Kedokteran se-Indonesia di Kampus Maranatha
Maranatha Career Development Center ,05 June 2018

Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha pada 2018 ini berhasil mendapatkan tenderisasi proyek pertemuan delegasi Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) wilayah 2 atau dikenal sebagai ISMKI Project 1 (ISPRO 1). ISPRO 1 wilayah 2 merupakan ajang bertemunya perwakilan Sema, Hima, BEM dari fakultas kedokteran yang berlokasi di wilayah 2 ISMKI, yaitu: Jakarta, Benten, Jawa Barat, dan Kalimantan. Sema Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, sebagai panitia pelaksana ISPRO tahun ini, berhasil mengumpulkan 273 peserta dari 14 fakultas kedokteran wilayah tersebut. Jumlah yang belum pernah dicapai oleh kegiatan ISPRO sebelumnya. Selain itu, Universitas Kristen Maranatha menjadi tempat untuk pertama kalinya diadakan acara buka bersama ISMKI wilayah 2. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Sekretaris Wilayah 2, Galih Nadhovadari yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Acara yang diselenggarakan di ruang Teater Gedung Administrasi Pusat lantai 8 ini bertajuk “HONOLULU” yang merupakan singkatan dari Honor to Welcome and Have a Good Time with You, dan terdiri dari pertemuan organisasi bidang training, serta beberapa penampilan dan games kebersamaan. Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Maranatha, dr. Dedeh Supantini, Sp.S., M.Pd.Ked. Dalam sambutannya, dr. Dedeh berpesan agar momen ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai ajang untuk membina kerja sama antar Sema, Hima, dan BEM antar Fakultas Kedokteran serta membentuk jejaring, sehingga di masa depan mereka dapat melanjutkan kerja sama yang baik saat telah menjadi dokter maupun jika menjadi pemimpin di berbagai bidang kesehatan. Acara ini ditutup dengan buka bersama. Proficiat Sema Fakultas Kedokteran Maranatha sebagai penyelenggara. (Dedeh Supantini/vir)

Kita dan Pancasila, Merawat dan Menjaga Persatuan Indonesia
Maranatha Career Development Center ,05 June 2018

Universitas Kristen Maranatha mengadakan seminar Hari Lahir Pancasila pada Jumat, 1 Juni 2018. Seminar ini terlaksana atas kerja sama Fakultas Ekonomi, Direktorat Kemahasiswaan, dan Badan Pelayanan Kerohanian Univeristas Kristen Maranatha dengan tema yang diusung, yaitu “Kita dan Pancasila”. Seminar ini dihadiri kurang lebih 500 peserta dari lingkungan internal civitas academica Universitas Kristen Maranatha dan dari kalangan eksternal. Pdt. Drs. Agustria Empi, M.Min. mengungkapkan dalam sambutannya bahwa Pancasila itu penting bagi keberadaan bangsa Indonesia. Hari lahir Pancasila ini menjadi hari peringatan untuk menunaikan tugas yang sama dalam merawat Pancasila sebagai perekat kebangsaan di tengah upaya pihak lain yang menggoyahkan kedudukan Pancasila. Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Kristen Maranatha, memberikan wawasan mengenai Manusia Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Para pendahulu bangsa telah memikirkan bagaimana perbedaan itu dapat saling menyatukan melalui ikatan sarana tanah air, bangsa, dan bahasa melalui ideologi Pancasila. Pancasila menjadi kekuatan yang membangun karakter bangsa dengan cara yang khas. Beliau, sebagai pembicara pertama menambahkan, bahwa Manusia Indonesia melalui nilai-nilai Pancasila juga mengarahkan perhatian dan upaya untuk membangun satu masa depan yang sama. Mauarar Sirait, atau yang dikenal dengan Bang Ara selaku anggota DPR RI dari fraksi PDIP dan Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) hadir sebagai pembicara kedua. Beliau memiliki visi bagaimana Pancasila itu semestinya terus dikumandangkan di mana-mana. Beberapa dokumentasi aktivitas yang ditampilkan di Ruang Teater Gedung Administrasi Pusat menunjukkan upaya beliau bekerja sama dengan beberapa kelompok masyarakat dan agama untuk merapatkan barisan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. Bang Ara memberi motivasi bagi para peserta seminar untuk membangun semangat persatuan di tengah masyarakat melalui sumbangsih dalam hal-hal terkecil hingga yang terbesar. Pembicara ketiga seminar ini adalah Ketua GP Ansor Jawa Barat, Deni Ahmad Haedari. Beliau memberikan apresiasi usaha yang telah dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat termasuk semangat Bang Ara untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Pancasila itu ibarat sebuah perjanjian luhur para pendiri bangsa Indonesia yang tidak dapat diganggu gugat, apalagi digantikan. Beliau mengajak para peserta untuk tidak takut menjaga Pancasila karena telah banyak pengorbanan para pendahulu bangsa dalam menjaga nilai pemersatu nusantara ini. Pancasila justru harus terus dirawat agar tidak mudah digoyahkan oleh ideologi tertentu yang merusak harkat persatuan kebangsaan Indonesia. (abe)

Entrepreneur Fair, Ajang Kreativitas Wirausaha Para Alumni Maranatha
admin ,11 April 2018

Maranatha Fair 2018 yang berlangsung pada 10-11 April 2018 dimeriahkan oleh banyak kegiatan salah satunya adalah entrepreneur fair. Ada beberapa jajanan unik, produk, dan jasa yang ditawarkan alumnus Maranatha. Prasasti Tria Danarti, B.A. selaku ketua umum Maranatha Fair 2018, mengungkapkan bahwa entrepreneur fair yang pertama kali diadakan ini menjadi sarana bagi alumnus yang berwirausaha memperkenalkan produknya. Ini menjadi gambaran bahwa lulusan Universitas Kristen Maranatha selain sukses dalam berkarir di berbagai perusahaan, mereka juga secara kreatif  menciptakan peluang bisnis dalam wirausaha.     Nidiya Valensia, salah satu alumnus Program Studi Desain Interior 2012 yang merintis berdirinya kafe Taman Kardus, mengungkapkan kegembiraannya karena entrepreneur fair menjadi kesempatan yang baik bagi para alumnus yang berwirausaha untuk memperkenalkan produknya. Ia tidak menyangka ternyata banyak alumnus yang kreatif dalam wirausaha.  Valencia Flavia, yang ikut serta menampilkan produk minuman Justice, memberikan apresiasi atas diadakannya entrepreneur fair untuk pertama kalinya. Entrepreneur fair ini menjadi kesempatan baginya untuk mengetahui minat pasar dan kesempatan untuk berdialog dengan alumnus lain yang ikut serta di dalamnya. Entrepreneur fair yang terdiri 20 booth ini menjadi ajang silaturahmi alumnus dan tempat untuk membangun jaringan komunikasi dengan menerima masukan yang membangun dari rekan alumnus yang lain. Beberapa alumni mengharapkan agar ajang yang baik ini diteruskan dalam event entrepreneurship fair di waktu-waktu mendatang. (abe)

Maranatha Fair 2018: Education + Entrepreneur + Job Fair
admin ,10 April 2018

Ada yang berbeda dengan bursa kerja yang diadakan oleh Universitas Kristen Maranatha yang dibuka hari ini (Senin, 10 April 2018). Kali ini rangkaian tiga acara sekaligus, yaitu education, entrepreneur, dan job fair digabung dalam kolaborasi Maranatha Fair 2018. Education fair diadakan untuk membantu penyediaan info mengenai studi lanjut untuk siswa sekolah dan mahasiswa. Entrepreneur fair merupakan ladang inspirasi bagi mereka yang ingin berwirausaha. Serta job fair sebagai langkah awal atau lanjutan untuk yang ingin berkarier.   Dalam acara pembukaan yang diadakan di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M. A., Purwanto Subroto, Ph.D., Perwakilan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia menyampaikan apresiasinya. “Event seperti ini sangat dibutuhkan, diharapkan masyarakat diberi kesempatan untuk mengenal perguruan tinggi dan program studi yang ditawarkan. Dan kesempatan bagi akademik untuk memperoleh info terkait lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia”. Purwanto juga menambahkan, “Universitas Kristen Maranatha mencoba memfasilitasi baik dari awal memasuki perkuliahan, hingga, bahkan sampai selesai. Tetap difasilitasi melalui kesempatan yang diberikan kepada mereka agar bisa bekerja menampilkan karya dan berkontribusi bagi pengembangan pembangunan nasional secara umum”. Selain itu, apresiasi juga disampaikan dari perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Marsana, S.H., M.Hum. “Semoga event semacam ini dapat terus dikembangkan. Mempermudah  para pencari kerja untuk dapat pekerjaan sesuai dengan kompetensinya. Event seperti ini juga dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh yang ingin meningkatkan kualitas yang sudah bekerja dan ingin bekerja lebih baik lagi”.   Maranatha Fair yang dilaksanakan selama dua hari, 10-11 April 2018 diikuti oleh 41 perusahaan, 19 booth lembaga pendidikan, serta 21 wirausaha, baik alumni maupun non-alumni. Pada hari pertama ini tercatat kurang lebih dua ribu orang yang hadir memadati kampus Maranatha dalam kegiatan Maranatha Fair 2018. (pm)

Karya Busana Mahasiswa Maranatha di Panggung Indonesia Fashion Week 2018
admin ,02 April 2018

Enam orang mahasiswa Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain berkesempatan memamerkan karya di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Aktif mengikuti berbagai kegiatan pagelaran busana, mengikuti IFW melatih keberanian dalam menampilkan kreasi para desainer muda Maranatha. Sebelum tahun ini, Universitas Kristen Maranatha juga pernah mengirimkan perwakilan desainer dalam Fashion Parade Indonesia Trend Forecasting IFW bersama sekolah fashion lainnya  di tahun 2014 dan 2015.     Ini merupakan kesempatan langka.  Bagaimana tidak? IFW merupakan pagelaran busana terbesar di Indonesia. Mahasiswa yang terdiri dari Andriani Putri Permana, Cecilia Agata Purnama, Hana Agnes Melysa Sianturi, Lenny Andriyani, Sonya Widianysfara Purba, dan Tia Erliawati mengisi panggung Exotix Cultural bersama beberapa desainer lainnya seperti Julietteart, Yurita Puji (Gorontalo), Onetwoo by Herman Prasetyo, BI Gorontalo X Nunu Datau, dan masih banyak lagi.   Dalam pagelaran busana ini, masing-masing mahasiswa menampilkan empat karya busana. Eksplorasi yang mereka lakukan terinspirasi dari berbagai sumber, yaitu budaya Afrika, Jepang, Batak, budaya populer Amerika, bahkan keunikan ikan di palung dalam Marina dan belalang berkepala dua. Eksplorasi konsep dan teknik yang begitu kreatif menjadi hal yang sangat mencolok pada karya mereka. Maka tidak heran jika karya mereka mampu memikat para penonton.       Dengan tema Cultural Identity kegiatan L’Exploration at Parade 1 Exotic Cultural Indonesia Fashion Week 2018 dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada 1 April 2018. Kegiatan ini digelar oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB). Keenam mahasiswa terpilih berdasarkan hasil penilaian pada saat sidang akhir Semester Ganjil 2017/2018 lalu. Masukan para akademisi dan praktisi yang menjadi pembimbing, penguji, dan juri dijadikan panduan sehingga karya mereka semakin layak untuk ditampilkan di Indonesia Fashion Week 2018.   Bimbingan intensif dalam rangka keikutsertaan mereka di IFW dilakukan oleh Misan Kopaka (perancang busana terkenal asal Bandung, anggota APPMI, dosen tamu dan alumni Universitas Kristen Maranatha) yang juga menjadi salah satu juri pada saat sidang akhir. Diharapkan melalui pengalaman ini, keenam mahasiswa Maranatha yang sudah memberi inspirasi melalui karya di panggung pagelaran busana Indonesia dapat terus merambah dan berkembang sesuai minat mereka masing-masing. Dan mahasiswa D-III Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha angkatan selanjutnya dapat mengikuti jejak senior mereka. (ia/pm)